Momen BersejarahGol-Gol Legendaris yang Mengubah Sejarah
Momen-momen tak terlupakan yang membuat dunia berdiri dan bertepuk tangan.
1986
Gol Abad Ini — Diego Maradona vs Inggris
Piala Dunia 1986 di Meksiko menjadi saksi dua gol paling ikonik dalam sejarah sepakbola. Dalam satu pertandingan perempat final melawan Inggris, Diego Armando Maradona mencetak dua gol yang sangat kontras. Gol pertama adalah "Tangan Tuhan" (Hand of God), di mana Maradona menggunakan tangannya untuk memasukkan bola melewati kiper Peter Shilton. Gol kedua, yang kemudian dinobatkan sebagai "Gol Abad Ini", melihat Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, melewati 6 pemain Inggris termasuk kiper, sebelum melesatkan bola ke gawang. Dribblingnya dimulai dari setengah lapangan sendiri dan menempuh jarak lebih dari 60 meter. Gol ini menjadi simbol kejeniusan individu dalam sepakbola dan hingga kini belum ada yang mampu menandingi keindahan dan kompleksitasnya.
1999
Keajaiban Camp Nou — Manchester United vs Bayern Munich
Final Liga Champions 1999 di Camp Nou, Barcelona, menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah sepakbola. Bayern Munich unggul 1-0 selama hampir seluruh pertandingan. Memasuki injury time, harapan nyaris pupus untuk Manchester United. Namun, pada menit ke-91, Teddy Sheringham menyamakan kedudukan dari tendangan sudut David Beckham. Baru dua menit kemudian, pada menit ke-93, Ole Gunnar Solskjaer menusukkan bola ke gawang Bayern dari tendangan sudut lainnya. Dalam waktu kurang dari 3 menit di injury time, United membalikkan keadaan dan meraih Treble bersejarah. Komentator Clive Tyldesley berteriak: "And Solskjaer has won it!" — kalimat yang menjadi salah satu paling ikonik dalam sejarah siaran sepakbola.
2005
Keajaiban Istanbul — Liverpool vs AC Milan
Final Liga Champions 2005 di Stadion Atatürk, Istanbul, menjadi comebackterhebat dalam sejarah kompetisi. AC Milan yang diperkuat Maldini, Nesta, Pirlo, dan Kaká unggul 3-0 di babak pertama. Gol Maldini di menit pertama dan dua gol Crespo membuat pertandingan terlihat sudah selesai. Namun babak kedua menjadi saksi keajaiban. Steven Gerrard memulai comeback dengan gol sundulan di menit ke-54. Vladimir Šmicer menambah di menit ke-56, dan Xabi Alonso menyamakan kedudukan di menit ke-60 lewat tendangan penalti (rebound). Enam menit yang mengubah segalanya. Pertandingan berlanjut ke adu penalti di mana Jerzy Dudek menjadi pahlawan dengan saves legendaris. Liverpool memenangkan trofi ke-6 mereka dalam malam yang tidak akan pernah dilupakan.
2014
7-1 — Brasil vs Jerman (Mineirazo)
Semi-final Piala Dunia 2014 di Belo Horizonte menjadi mimpi buruk terbesar dalam sejarah sepakbola Brasil. Di depan 58.000 penonton di Estádio Mineirão, Jerman menghancurkan tuan rumah dengan skor 7-1. Yang paling mengejutkan adalah 5 gol dicetak hanya dalam 18 menit pertama babak kedua — Müller, Klose, Kroos (2x), dan Khedira membuat pemain dan suporter Brasil menangis tak berdaya. Gol Klose menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia (16 gol), memecahkan rekor Ronaldo. Oscar mencetak gol hiburan di menit ke-90. Kekalahan ini dijuluki "Mineirazo" — referensi pada "Maracanazo" 1950 — dan menjadi momen paling traumatis dalam sejarah sepakbola Brasil modern.
2022
Final Piala Dunia Terhebat — Argentina vs Prancis
Final Piala Dunia 2022 di Lusail, Qatar, dianggap sebagai final terhebat dalam sejarah turnamen. Argentina unggul 2-0 lewat gol penalti Messi dan gol indah Di María. Pertandingan tampak sudah dimenangkan. Namun dalam rentang 97 detik di akhir babak kedua, Kylian Mbappé mencetak dua gol — satu penalti dan satu tendangan voli spektakuler — menyamakan skor 2-2. Di perpanjangan waktu, Messi mencetak gol ketiga, namun Mbappé kembali menyamakan lewat penalti (hat-trick di final Piala Dunia!). Skor akhir 3-3, berlanjut ke adu penalti yang dimenangkan Argentina 4-2. Messi akhirnya mengangkat trofi yang selama ini luput darinya, melengkapi warisan terbesarnya. Mbappé menjadi pemain kedua setelah Geoff Hurst yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia.
2019
La Remontada 2.0 — Liverpool vs Barcelona
Semi-final Liga Champions 2019 leg kedua di Anfield. Liverpool harus membalikkan ketertinggalan 0-3 dari leg pertama di Camp Nou, tanpa Salah dan Firmino yang cedera. Divock Origi membuka skor di menit ke-7, diikuti dua gol Georginio Wijnaldum dalam dua menit di awal babak kedua (54' dan 56'). Kemudian datang momen jenius — tendangan sudut cepat Trent Alexander-Arnold yang dituntaskan Origi membuat skor agregat menjadi 4-3 untuk Liverpool. Anfield meledak. Barcelona dengan Messi, Suárez, dan Coutinho tidak mampu berbuat apa-apa. Liverpool melaju ke final dan kemudian memenangkan trofi Liga Champions keenam mereka.